Apa jadinya apabila udara yang sehari-hari kita hirup telah tercemar dan merusak kesehatan umat manusia ?

Kejadian ini membuat jarak pandang terbatas serta oksigen yang dihirup berubah menjadi menyesakkan. Sebelumnya, kebakaran hutan di wilayah Riau terus memburuk. Kabut asap kiriman dari Siak, Pelalawan, Indragiri Hilir serta daerah lainnya terus berdatangan dibawa tiupan angin ke ibu kota Provinsi Riau.

Pada Selasa pagi, 10 September 2019, jarak pandang bahkan berkisar antara 800 meter hingga 1 kilometer saja. Hidung-pun dipaksa mencium partikel debu hasil kebakaran lahan dan terkadang membuat sesak dada.

Masker atau alat penutup hidung lainnya harus dibawa ke mana-mana ketika beraktivitas di luar. Namun, kedua mata tetap saja perih ketika diterpa partikel halus dari kabut asap yang menyelimuti hampir setiap sisi Kota Pekanbaru. Diketahui, hingga Jumat (13/9/2019) pukul 07.10 WIB, BNPB mencatat total 5.071 titik api.

Peduli Bencana Kabut Asap

Sedekah Plus
Riau

Rp 150.496 Raised Of Rp 100.000.000 Target

0%
  • 0 Hari Tersisa
  • 2 Donatur