Di tengah pandemi Covid-19 yang masih mengamuk hingga saat ini terjadi satu bencana besar lainnya di benua Afrika.


Gambar

Hampir 3 bulan Sudan dilanda hujan lebat dan banjir, ini mengakibatkan banyaknya daerah-daerah di Sudan terendam banjir. Rumah rusak, dan hanyut tersapu air besar. 

Banjir bandang yang disebabkan curah hujan yang sangat tinggi telah menaikkan level air Sungai Nil hingga mencapai 17,5 meter pada akhir Agustus lalu. Banjir bandang di Sudan selama 3 bulan ini  menewaskan 100 orang dan menghanyutkan 100 ribu rumah.

Banjir Bandang (ilustrasi)


Banjir bandang di Sudan tidak hanya menghancurkan rumah-rumah penduduk, tapi juga membuat jalan raya digenangi air seperti sungai.

Saat ini pemerintah Sudan sedang dalam mobilisasi mencari korban-korban terdampak banjir, kondisi ini semakin memburuk karena selain masalah banjir, masalah poilitik pemerintahan Sudan juga belum membaik.


Banjir Bandang di Sudan Tewaskan 100 Orang, Tinggi Air Sungai Nil 17,5  Meter - Dunia Tempo.co

Pemberlakuan status darurat diputuskan kemarin malam, 5 September 2020 usai rapat Dewan Keamanan dan Pertahanan yang dipimpin kepala negara transisi Sudan, Jenderal Abdel Fattah Burhan.

Sahabat, banjir bandang yang terjadi di Sudan membuat ribuan orang berada dalam kesulitan. Mari ringankan derita Saudara kita yang terdampak banjir bandang Sudan.

1.         Masukkan nominal sedekah #SahabatDermawan

2.         Klik “Donasi Sekarang”

3.         Lengkapi data beserta doa #SahabatDermawan

4.         Klik “Kirimkan Pembayaran”

5.         Transfer Donasi 

6.         Informasi dan Konfirmasi Transfer 082236700700

SEDEKAHPlus.com, Bersama Menebar Manfaat 

Indonesia Berjamaah, Bersama Bantu Korban Banjir Bandang Sudan

SEDEKAHPLUS.com

Rp 0 Raised Of Rp 200.000.000 Target

0%
  • 95 Hari Tersisa
  • 0 Donatur